Perilaku nyinyir terasa menjamur dibangsa kita. Hal ini jadi keprihatinan dikalangan masyarakat dari tingkat anak-anak di sekolah dan rekan bermainnya, sesama rekan di kantor atau kampus, kawan kerja, lingkungan sekitar, dirumah apalagi di kalangan pemerintah.
Pejabat negara melakukan pernyataannya di fasilitas massa cetak maupun online sampai di account fasilitas sosial layaknya Twiiter, Facebook, Instagram, dan lain-lain yang sarat bersama nyinyir. Nyinyir awalnya dimulai dari bercanda kemudian tradisi lebih-lebih hingga tendensius politis yang sarat bersama politik devide et impera.
Ironis bangsa ini yang menganut demokrasi tetapi tidak benar kaprah apalagi pasca reformasi jamannya era Jokowi terasa dari pejabat publik hingga masyarakat dan kalangan kaum muda berani yang condong kebablasan dan hobi nyinyir, kita hampir meremehkan tata kesopanan dalam memperlakukan sesama kita. Pentingnya merawat mulut kami gara-gara kata-kata menyatakan kualitas diri seseorang. Jangan mengkritik karya orang agar memicu dirimu sendiri lupa berkarya.
Mereka adalah Fahri Hamzah dan Fadli Zon. Keduanya orang ini pantas mendapat gelar pelopor budaya nyinyir di Indonesia. Keduanya terlampau hobi sekali nyinyir kepada Presiden baik di dunia nyata maupun di sarana sosial. Karena mereka lah, masyarakat ikut-ikutan untuk nyinyir kepada Jokowi. Karena merekalah, masyarakat tidak punyai rasa hormat kepada Jokowi.
Mereka untung menjadi bagian DPR di kala presidennya Jokowi. Keduanya bisa melampiaskan nafsu nyinyirnya bersama dengan puas. Jokowi tak pernah sekalipun mempermasalahkan
nyinyiran mereka gara-gara sebenarnya tidak level. Waktu Jokowi lebih bernilai dari terhadap sekedar mengomentari nyinyiran keduanya. Namun tidak bisa dipungkiri, hobi nyinyir mereka udah menyebar bagai virus ke tengah-tengah masyarakat.
Hanya d di era Jokowi, anggota DPR berani kurang ajar terhadap presiden. Apalagi Jokowi cuma melepaskan hobi nyinyir para DPR dan bullying yang ditujukan padanya.
Seandainya Jokowi seperti Suharto hampir bisa dipastikan takkan tersedia anggota DPR bahkan masyarakat yang berani nyinyir.
Ngomongin soal netizen dengan kata lain penghuni dunia maya, kemungkinan nggak ada yang ngalahin netizen berasal dari Indonesia. Sangat banyak sekali contohnya layaknya ada peristiwa yang lagi booming, pasti kreativitas netizen Indonesia segera beraksi. Mulai dari meme hingga jokes yang kocak.
Nggak hanya kreativitas bikin meme aja lho. Siapa ulang yang jago meviralkan suatu kejadian terkecuali bukan netizen Indonesia? Mulai berasal dari momen miris, mengharukan, hingga celotehan kocak.
Komentar
Posting Komentar