Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

Woow! Fakta Dua orang ini gurunya budaya Nyinyir Netizen

Gaya nyinyir mulai menjamur dibangsa kita. Hal ini menjadi keprihatinan dikalangan penduduk dari tingkat anak-anak di sekolah dan rekan bermainnya, sesama rekan di kantor atau kampus, kawan kerja, lingkungan sekitar, dirumah apalagi di kalangan pemerintah. Seperti komentar seorang mantan jurnalis Delia, Saya pernah jadi korban jahat komentar netizen selagi jadi jurnalis Rappler. Kenapa ya, tiap tiap kali saya meliput atau ngomongin isu sosial pasti tersedia saja yang komentar, entah tentang subjek beritanya atau yang paling kritis ya kecuali lagi nulis opini — aku yang kena. Sakit hati? Iya. Tapi sebetulnya saya lebih marah sebab kok ya masyarakat bodoh-bodoh amat dan bebel terkecuali dikasih tahu. Saya enggak rela munafik, komentar-komentar netizen memang kadang kala jadi hiburan tersendiri. Ngaku deh, anda terhitung kerap buka post Instagram selebgram cuma sebab ingin baca hujatan kan? Media sosial memberi tambahan kita anonimitas dan kamuflase didalam wujud kelompok agar kita sangg...

Nynyir Termasuk normalitas Menyindir Kaum Sosmed

Hal apa yang memang bisa kita komentari tentang netizen, padahal kami seluruh anggota berasal dari netizen Tapi barangkali di sini kita berkenan bahas netizen yang hobi komentar dan nyinyir, khususnya terhadap orang yang enggak dikenal – iya, orang-orang yang somehow memiliki pas dan tenaga untuk komentar di akun-akun Instagram artis atau ceramah mengenai ‘menutup aurat’ dengan dalih ‘saling mengingatkan’ padahal mah emang pengin muncul mulia aja. Seperti komentar seorang mantan jurnalis Delia, Saya dulu menjadi korban jahat komentar netizen selagi jadi jurnalis Rappler. Kenapa ya, tiap-tiap kali aku meliput atau ngomongin isu sosial tentu tersedia saja yang komentar, entah tentang subjek beritanya atau yang paling gawat ya jikalau ulang nulis opini — saya yang kena. Sakit hati? Iya. Tapi sesungguhnya aku lebih marah gara-gara kok ya penduduk bodoh-bodoh terlampau dan bebel kecuali dikasih tahu. Saya enggak senang munafik, komentar-komentar netizen sesungguhnya kadang waktu jadi hibura...

Heboh! Fakta Mereka ini Masternya budaya Nyinyir Netizen

Hal apa yang sesungguhnya bisa kita komentari tentang netizen, padahal kami semua anggota dari netizen Tapi bisa saja di sini kami berkenan bahas netizen yang hobi komentar dan nyinyir, khususnya pada orang yang enggak dikenal – iya, orang-orang yang somehow miliki waktu dan tenaga untuk komentar di akun-akun Instagram artis atau ceramah tentang ‘menutup aurat’ bersama dengan dalih ‘saling mengingatkan’ padahal mah emang pengin keluar mulia aja. Pejabat negara laksanakan pernyataannya di fasilitas massa cetak maupun online sampai di akun media sosial seperti Twiiter, Facebook, Instagram, dll yang sarat bersama dengan nyinyir. Nyinyir mulanya di awali berasal dari bercanda lantas formalitas bahkan hingga tendensius politis yang sarat dengan politik devide et impera. Ironis bangsa ini yang menganut demokrasi tetapi keliru kaprah lebih-lebih pasca reformasi jamannya jaman Jokowi merasa dari pejabat publik hingga penduduk dan kalangan kaum muda berani yang cenderung kebablasan dan hobi ny...

Siapa pelopor Kebiasaan nyinyir di Indonesia?

Kesengan nyinyir merasa menjamur dibangsa kita. Hal ini menjadi keprihatinan dikalangan masyarakat dari tingkat anak-anak di sekolah dan teman bermainnya, sesama teman di kantor atau kampus, kawan kerja, lingkungan sekitar, dirumah apalagi di kalangan pemerintah. Pejabat negara laksanakan pernyataannya di sarana massa cetak maupun online sampai di account sarana sosial seperti Twiiter, Facebook, Instagram, dan lain-lain yang sarat bersama nyinyir. Nyinyir awalnya di mulai dari bercanda sesudah itu rutinitas lebih-lebih hingga tendensius politis yang sarat dengan politik devide et impera. Media sosial menambahkan kita anonimitas dan kamuflase di dalam bentuk group supaya kami dapat bebas berbuat apapun. Hal ini yang pada akhirnya memberikan semacam ‘kekuatan’ dan ‘kebebasan dari tanggung jawab’. Jika sudah begini rela nyalahin siapa? Internet? Provider? Pemerintah yang anda protes gara-gara membuat gerakan internet sehat? Mereka adalah Fahri Hamzah dan Fadli Zon. Keduanya orang ini pa...

Heboh! Fakta Mereka ini gurunya budaya Nyinyir Netizen

Kesengan nyinyir terasa menjamur dibangsa kita. Hal ini jadi keprihatinan dikalangan masyarakat berasal dari tingkat anak-anak di sekolah dan rekan bermainnya, sesama kawan di kantor atau kampus, rekan kerja, lingkungan sekitar, dirumah lebih-lebih di kalangan pemerintah. Pejabat negara laksanakan pernyataannya di tempat massa cetak maupun online hingga di account media sosial seperti Twiiter, Facebook, Instagram, dan sebagainya yang sarat dengan nyinyir. Nyinyir mulanya dimulai dari bercanda sesudah itu normalitas apalagi sampai tendensius politis yang sarat bersama politik devide et impera. Media sosial beri tambahan kita anonimitas dan kamuflase didalam wujud group supaya kita mampu bebas berbuat apapun. Hal ini yang pada akhirnya beri tambahan semacam ‘kekuatan’ dan ‘kebebasan dari tanggung jawab’. Jika udah begini mau nyalahin siapa? Internet? Provider? Pemerintah yang kamu protes gara-gara buat gerakan internet sehat? Mereka adalah Fahri Hamzah dan Fadli Zon. Keduanya orang ini...

Heboh! Fakta Dua orang ini biangnya Kebiasaan Nyinyir di Indonesia

Kesengan nyinyir terasa menjamur dibangsa kita. Hal ini menjadi keprihatinan dikalangan masyarakat berasal dari tingkat anak-anak di sekolah dan kawan bermainnya, sesama kawan di kantor atau kampus, rekan kerja, lingkungan sekitar, dirumah bahkan di kalangan pemerintah. Seperti komentar seorang mantan jurnalis Delia, Saya dulu jadi korban jahat komentar netizen kala menjadi jurnalis Rappler. Kenapa ya, tiap tiap kali saya meliput atau ngomongin isu sosial pasti ada saja yang komentar, entah perihal subjek beritanya atau yang paling kritis ya jika kembali nulis opini — aku yang kena. Sakit hati? Iya. Tapi sebetulnya saya lebih marah dikarenakan kok ya masyarakat bodoh-bodoh terlalu dan bebel kalau dikasih tahu. Saya enggak senang munafik, komentar-komentar netizen sebenarnya kadang-kadang menjadi hiburan tersendiri. Ngaku deh, kamu juga kerap membuka post Instagram selebgram hanya karena ingin baca hujatan kan? Ironis bangsa ini yang menganut demokrasi namun tidak benar kaprah bahkan p...

Heboh! Ternyata Mereka ini gurunya Kebiasaan Nyinyir Netizen

Hal apa yang sebenarnya bisa kami komentari tentang netizen, padahal kami seluruh anggota dari netizen Tapi bisa saja di sini kita rela bahas netizen yang hobi komentar dan nyinyir, terlebih terhadap orang yang enggak dikenal – iya, orang-orang yang somehow mempunyai kala dan tenaga untuk komentar di akun-akun Instagram artis atau ceramah perihal ‘menutup aurat’ bersama dalih ‘saling mengingatkan’ padahal mah emang pengin nampak mulia aja. Pejabat negara melaksanakan pernyataannya di media massa cetak maupun online sampai di akun tempat sosial layaknya Twiiter, Facebook, Instagram, dan lain-lain yang sarat bersama dengan nyinyir. Nyinyir mulanya diawali berasal dari bercanda kemudian formalitas lebih-lebih sampai tendensius politis yang sarat bersama dengan politik devide et impera. Ironis bangsa ini yang menganut demokrasi namun tidak benar kaprah bahkan pasca reformasi jamannya jaman Jokowi menjadi dari pejabat publik hingga masyarakat dan kalangan kaum muda berani yang cenderung ke...

Woow! Ternyata Mereka ini Masternya Kebiasaan Nyinyir Netizen

Hal apa yang sesungguhnya mampu kita komentari tentang netizen, padahal kita semua bagian berasal dari netizen Tapi kemungkinan di sini kami berkenan bahas netizen yang hobi komentar dan nyinyir, lebih-lebih terhadap orang yang enggak dikenal – iya, orang-orang yang somehow mempunyai kala dan tenaga untuk komentar di akun-akun Instagram artis atau ceramah tentang ‘menutup aurat’ bersama dengan dalih ‘saling mengingatkan’ padahal mah emang pengin terlihat mulia aja. Pejabat negara lakukan pernyataannya di sarana massa cetak maupun online hingga di account tempat sosial seperti Twiiter, Facebook, Instagram, dan sebagainya yang sarat bersama nyinyir. Nyinyir awalannya dimulai dari bercanda kemudian tradisi bahkan sampai tendensius politis yang sarat dengan politik devide et impera. Media sosial beri tambahan kita anonimitas dan kamuflase dalam wujud group agar kita dapat bebas berbuat apapun. Hal ini yang kelanjutannya memberikan semacam ‘kekuatan’ dan ‘kebebasan berasal dari tanggung ja...

Nynyir Adalah kebiasaan Menyindir Kaum Sosmed

Hal apa yang memang dapat kita komentari berkenaan netizen, padahal kami semua bagian dari netizen Tapi kemungkinan di sini kami sudi bahas netizen yang hobi komentar dan nyinyir, lebih-lebih terhadap orang yang enggak dikenal – iya, orang-orang yang somehow memiliki sementara dan tenaga untuk komentar di akun-akun Instagram artis atau ceramah mengenai ‘menutup aurat’ bersama dalih ‘saling mengingatkan’ padahal mah emang pengin muncul mulia aja. Seperti komentar seorang mantan jurnalis Delia, Saya pernah jadi korban jahat komentar netizen saat menjadi jurnalis Rappler. Kenapa ya, setiap kali saya meliput atau ngomongin isu sosial pasti tersedia saja yang komentar, entah mengenai subjek beritanya atau yang paling parah ya terkecuali kembali nulis opini — saya yang kena. Sakit hati? Iya. Tapi sesungguhnya saya lebih marah sebab kok ya penduduk bodoh-bodoh benar-benar dan bebel kalau dikasih tahu. Saya enggak berkenan munafik, komentar-komentar netizen memang kadang-kadang menjadi hiburan...

Woow! Fakta Dua orang ini Masternya budaya Nyinyir Kaum Sosmed

Kebiasaan nyinyir jadi menjamur dibangsa kita. Hal ini menjadi keprihatinan dikalangan penduduk berasal dari tingkat anak-anak di sekolah dan teman bermainnya, sesama teman di kantor atau kampus, kawan kerja, lingkungan sekitar, dirumah apalagi di kalangan pemerintah. Pejabat negara melakukan pernyataannya di tempat massa cetak maupun online sampai di account fasilitas sosial seperti Twiiter, Facebook, Instagram, dan lain-lain yang sarat bersama nyinyir. Nyinyir awalnya diawali berasal dari bercanda lantas kebiasaan bahkan sampai tendensius politis yang sarat dengan politik devide et impera. Ironis bangsa ini yang menganut demokrasi tetapi tidak benar kaprah bahkan pasca reformasi jamannya era Jokowi menjadi berasal dari pejabat publik hingga masyarakat dan kalangan kaum muda berani yang condong kebablasan dan hobi nyinyir , kami nyaris meremehkan tata kesopanan didalam memperlakukan sesama kita. Pentingnya melindungi mulut kami gara-gara kata-kata membuktikan mutu diri seseorang. Ja...

Woow! Fakta Mereka ini gurunya budaya Nyinyir Netizen

Gaya nyinyir menjadi menjamur dibangsa kita. Hal ini jadi keprihatinan dikalangan penduduk dari tingkat anak-anak di sekolah dan kawan bermainnya, sesama rekan di kantor atau kampus, teman kerja, lingkungan sekitar, dirumah apalagi di kalangan pemerintah. Pejabat negara jalankan pernyataannya di tempat massa cetak maupun online hingga di account tempat sosial seperti Twiiter, Facebook, Instagram, dan seterusnya yang sarat dengan nyinyir. Nyinyir awalnya diawali dari bercanda lantas kebiasaan bahkan sampai tendensius politis yang sarat dengan politik devide et impera. Media sosial menambahkan kami anonimitas dan kamuflase didalam bentuk group sehingga kami mampu bebas berbuat apapun. Hal ini yang selanjutnya memberikan semacam ‘kekuatan’ dan ‘kebebasan dari tanggung jawab’. Jika udah begini senang nyalahin siapa? Internet? Provider? Pemerintah yang anda protes gara-gara membuat gerakan internet sehat? Mereka adalah Fahri Hamzah dan Fadli Zon. Keduanya orang ini pantas mendapat gelar p...

Heboh! Fakta Mereka ini Masternya Kebiasaan Nyinyir Kaum Sosmed

Budaya nyinyir menjadi menjamur dibangsa kita. Hal ini jadi keprihatinan dikalangan masyarakat dari tingkat anak-anak di sekolah dan kawan bermainnya, sesama kawan di kantor atau kampus, teman kerja, lingkungan sekitar, dirumah bahkan di kalangan pemerintah. Pejabat negara melakukan pernyataannya di tempat massa cetak maupun online hingga di account media sosial layaknya Twiiter, Facebook, Instagram, dan lain-lain yang sarat bersama nyinyir. Nyinyir awalnya di mulai berasal dari bercanda lantas kebiasaan bahkan sampai tendensius politis yang sarat bersama dengan politik devide et impera. Ironis bangsa ini yang menganut demokrasi tetapi salah kaprah lebih-lebih pasca reformasi jamannya jaman Jokowi terasa dari pejabat publik hingga masyarakat dan kalangan kaum muda berani yang condong kebablasan dan hobi nyinyir , kami nyaris membiarkan tata kesopanan dalam memperlakukan sesama kita. Pentingnya merawat mulut kita sebab kata-kata memperlihatkan kualitas diri seseorang. Jangan mengkrit...

Adakah Pencetus budaya nyinyir di Indonesia?

Hal apa yang memang mampu kami komentari berkenaan netizen, padahal kami semua bagian berasal dari netizen Tapi mungkin di sini kita rela bahas netizen yang hobi komentar dan nyinyir, terutama terhadap orang yang enggak dikenal – iya, orang-orang yang somehow punyai waktu dan tenaga untuk komentar di akun-akun Instagram artis atau ceramah berkenaan ‘menutup aurat’ bersama dalih ‘saling mengingatkan’ padahal mah emang pengin keluar mulia aja. Seperti komentar seorang mantan jurnalis Delia, Saya dulu jadi korban jahat komentar netizen pas jadi jurnalis Rappler. Kenapa ya, setiap kali aku meliput atau ngomongin isu sosial tentu ada saja yang komentar, entah berkenaan subjek beritanya atau yang paling parah ya jikalau ulang nulis opini — saya yang kena. Sakit hati? Iya. Tapi memang saya lebih marah sebab kok ya masyarakat bodoh-bodoh benar-benar dan bebel jika dikasih tahu. Saya enggak berkenan munafik, komentar-komentar netizen sesungguhnya kadang waktu jadi hiburan tersendiri. Ngaku deh,...

Nynyir Merupkan kebiasaan Menyindir Kaum Netizen

Hal apa yang sebenarnya sanggup kita komentari mengenai netizen, padahal kami seluruh anggota dari netizen Tapi bisa saja di sini kita mau bahas netizen yang hobi komentar dan nyinyir, lebih-lebih terhadap orang yang enggak dikenal – iya, orang-orang yang somehow miliki sementara dan tenaga untuk komentar di akun-akun Instagram artis atau ceramah berkenaan ‘menutup aurat’ bersama dalih ‘saling mengingatkan’ padahal mah emang pengin terlihat mulia aja. Seperti komentar seorang mantan jurnalis Delia, Saya pernah menjadi korban jahat komentar netizen pas jadi jurnalis Rappler. Kenapa ya, tiap tiap kali saya meliput atau ngomongin isu sosial tentu tersedia saja yang komentar, entah mengenai subjek beritanya atau yang paling gawat ya jika ulang nulis opini — aku yang kena. Sakit hati? Iya. Tapi sebetulnya saya lebih marah karena kok ya masyarakat bodoh-bodoh terlampau dan bebel kalau dikasih tahu. Saya enggak berkenan munafik, komentar-komentar netizen sebenarnya kadang-kadang menjadi hibur...

Heboh! Ternyata Mereka ini biangnya budaya Nyinyir Netizen

Hal apa yang sesungguhnya sanggup kita komentari berkenaan netizen, padahal kita semua anggota dari netizen Tapi bisa saja di sini kita mau bahas netizen yang hobi komentar dan nyinyir, terutama terhadap orang yang enggak dikenal – iya, orang-orang yang somehow punyai waktu dan tenaga untuk komentar di akun-akun Instagram artis atau ceramah tentang ‘menutup aurat’ bersama dalih ‘saling mengingatkan’ padahal mah emang pengin muncul mulia aja. Seperti komentar seorang mantan jurnalis Delia, Saya dulu menjadi korban jahat komentar netizen saat menjadi jurnalis Rappler. Kenapa ya, setiap kali saya meliput atau ngomongin isu sosial tentu tersedia saja yang komentar, entah tentang subjek beritanya atau yang paling kronis ya jikalau lagi nulis opini — aku yang kena. Sakit hati? Iya. Tapi sebenarnya aku lebih marah gara-gara kok ya masyarakat bodoh-bodoh sangat dan bebel kecuali dikasih tahu. Saya enggak mau munafik, komentar-komentar netizen sebetulnya sering kadang menjadi hiburan tersendiri...

Buruknya rutinitas Nyinyir Para Netizen

Perilaku nyinyir terasa menjamur dibangsa kita. Hal ini menjadi keprihatinan dikalangan penduduk berasal dari tingkat anak-anak di sekolah dan teman bermainnya, sesama rekan di kantor atau kampus, teman kerja, lingkungan sekitar, dirumah bahkan di kalangan pemerintah. Seperti komentar seorang mantan jurnalis Delia, Saya dulu jadi korban jahat komentar netizen kala jadi jurnalis Rappler. Kenapa ya, setiap kali aku meliput atau ngomongin isu sosial pasti tersedia saja yang komentar, entah perihal subjek beritanya atau yang paling parah ya jika kembali nulis opini — aku yang kena. Sakit hati? Iya. Tapi sebetulnya saya lebih marah gara-gara kok ya masyarakat bodoh-bodoh amat dan bebel jikalau dikasih tahu. Saya enggak rela munafik, komentar-komentar netizen sebenarnya kadangkala jadi hiburan tersendiri. Ngaku deh, anda juga kerap membuka post Instagram selebgram hanya dikarenakan ingin baca hujatan kan? Media sosial memberikan kita anonimitas dan kamuflase dalam bentuk kelompok sehingga k...

Nynyir Merupkan rutinitas Menyindir Kaum Sosmed

Gaya nyinyir mulai menjamur dibangsa kita. Hal ini menjadi keprihatinan dikalangan penduduk berasal dari tingkat anak-anak di sekolah dan rekan bermainnya, sesama rekan di kantor atau kampus, kawan kerja, lingkungan sekitar, dirumah apalagi di kalangan pemerintah. Seperti komentar seorang mantan jurnalis Delia, Saya dulu menjadi korban jahat komentar netizen pas jadi jurnalis Rappler. Kenapa ya, tiap-tiap kali saya meliput atau ngomongin isu sosial pasti ada saja yang komentar, entah berkenaan subjek beritanya atau yang paling gawat ya kalau ulang nulis opini — saya yang kena. Sakit hati? Iya. Tapi memang saya lebih marah dikarenakan kok ya penduduk bodoh-bodoh sangat dan bebel terkecuali dikasih tahu. Saya enggak senang munafik, komentar-komentar netizen sesungguhnya kadangkala jadi hiburan tersendiri. Ngaku deh, kamu terhitung sering membuka post Instagram selebgram cuma karena ingin baca hujatan kan? Ironis bangsa ini yang menganut demokrasi tetapi salah kaprah bahkan pasca reforma...

Heboh! Ternyata Mereka ini gurunya budaya Nyinyir Kaum Sosmed

Hal apa yang sebetulnya mampu kami komentari berkenaan netizen, padahal kami semua anggota berasal dari netizen Tapi kemungkinan di sini kami berkenan bahas netizen yang hobi komentar dan nyinyir, terlebih terhadap orang yang enggak dikenal – iya, orang-orang yang somehow mempunyai saat dan tenaga untuk komentar di akun-akun Instagram artis atau ceramah tentang ‘menutup aurat’ dengan dalih ‘saling mengingatkan’ padahal mah emang pengin terlihat mulia aja. Seperti komentar seorang mantan jurnalis Delia, Saya pernah jadi korban jahat komentar netizen kala menjadi jurnalis Rappler. Kenapa ya, tiap tiap kali saya meliput atau ngomongin isu sosial tentu tersedia saja yang komentar, entah perihal subjek beritanya atau yang paling kritis ya terkecuali lagi nulis opini — saya yang kena. Sakit hati? Iya. Tapi sesungguhnya aku lebih marah sebab kok ya penduduk bodoh-bodoh terlampau dan bebel jikalau dikasih tahu. Saya enggak berkenan munafik, komentar-komentar netizen sebenarnya terkadang menjad...

Woow! Fakta Dua orang ini biangnya budaya Nyinyir Kaum Sosmed

Kesengan nyinyir jadi menjamur dibangsa kita. Hal ini jadi keprihatinan dikalangan penduduk dari tingkat anak-anak di sekolah dan kawan bermainnya, sesama kawan di kantor atau kampus, kawan kerja, lingkungan sekitar, dirumah apalagi di kalangan pemerintah. Seperti komentar seorang mantan jurnalis Delia, Saya dulu jadi korban jahat komentar netizen pas menjadi jurnalis Rappler. Kenapa ya, tiap-tiap kali saya meliput atau ngomongin isu sosial tentu tersedia saja yang komentar, entah perihal subjek beritanya atau yang paling gawat ya kecuali kembali nulis opini — saya yang kena. Sakit hati? Iya. Tapi sebenarnya aku lebih marah karena kok ya penduduk bodoh-bodoh terlampau dan bebel jika dikasih tahu. Saya enggak rela munafik, komentar-komentar netizen sesungguhnya sering kadang menjadi hiburan tersendiri. Ngaku deh, anda termasuk kerap buka post Instagram selebgram hanya sebab ingin baca hujatan kan? Media sosial mengimbuhkan kita anonimitas dan kamuflase dalam bentuk group supaya kita sa...

Heboh! Ternyata Mereka ini gurunya budaya Nyinyir di Indonesia

Hal apa yang memang bisa kami komentari tentang netizen, padahal kami semua bagian berasal dari netizen Tapi kemungkinan di sini kami rela bahas netizen yang hobi komentar dan nyinyir, khususnya pada orang yang enggak dikenal – iya, orang-orang yang somehow memiliki sementara dan tenaga untuk komentar di akun-akun Instagram artis atau ceramah mengenai ‘menutup aurat’ bersama dengan dalih ‘saling mengingatkan’ padahal mah emang pengin terlihat mulia aja. Pejabat negara jalankan pernyataannya di tempat massa cetak maupun online sampai di akun tempat sosial layaknya Twiiter, Facebook, Instagram, dll yang sarat bersama nyinyir. Nyinyir mulanya dimulai dari bercanda kemudian tradisi apalagi sampai tendensius politis yang sarat dengan politik devide et impera. Ironis bangsa ini yang menganut demokrasi namun salah kaprah lebih-lebih pasca reformasi jamannya era Jokowi menjadi dari pejabat publik sampai penduduk dan kalangan kaum muda berani yang cenderung kebablasan dan hobi nyinyir , kita h...

Siapakah pelopor budaya nyinyir di Indonesia?

Hal apa yang sebenarnya dapat kita komentari berkenaan netizen, padahal kami semua bagian berasal dari netizen Tapi kemungkinan di sini kita rela bahas netizen yang hobi komentar dan nyinyir, lebih-lebih terhadap orang yang enggak dikenal – iya, orang-orang yang somehow memiliki sementara dan tenaga untuk komentar di akun-akun Instagram artis atau ceramah berkenaan ‘menutup aurat’ bersama dalih ‘saling mengingatkan’ padahal mah emang pengin nampak mulia aja. Pejabat negara melakukan pernyataannya di tempat massa cetak maupun online hingga di account media sosial layaknya Twiiter, Facebook, Instagram, dll yang sarat bersama dengan nyinyir. Nyinyir mulanya di awali dari bercanda kemudian normalitas apalagi sampai tendensius politis yang sarat bersama politik devide et impera. Ironis bangsa ini yang menganut demokrasi tapi keliru kaprah apalagi pasca reformasi jamannya jaman Jokowi mulai berasal dari pejabat publik hingga masyarakat dan kalangan kaum muda berani yang cenderung kebablasan...

Woow! Ternyata Dua orang ini gurunya budaya Nyinyir di Indonesia

Hal apa yang sebenarnya sanggup kami komentari tentang netizen, padahal kita semua bagian dari netizen Tapi barangkali di sini kita rela bahas netizen yang hobi komentar dan nyinyir, terlebih terhadap orang yang enggak dikenal – iya, orang-orang yang somehow memiliki waktu dan tenaga untuk komentar di akun-akun Instagram artis atau ceramah tentang ‘menutup aurat’ dengan dalih ‘saling mengingatkan’ padahal mah emang pengin keluar mulia aja. Pejabat negara lakukan pernyataannya di sarana massa cetak maupun online sampai di account tempat sosial layaknya Twiiter, Facebook, Instagram, dan sebagainya yang sarat bersama nyinyir. Nyinyir awalannya di awali dari bercanda kemudian normalitas apalagi hingga tendensius politis yang sarat dengan politik devide et impera. Media sosial mengimbuhkan kita anonimitas dan kamuflase didalam bentuk grup agar kita bisa bebas berbuat apapun. Hal ini yang pada akhirnya beri tambahan semacam ‘kekuatan’ dan ‘kebebasan berasal dari tanggung jawab’. Jika sudah ...

Heboh! Fakta Dua orang ini Masternya budaya Nyinyir Netizen

Hal apa yang sesungguhnya sanggup kita komentari perihal netizen, padahal kita semua bagian dari netizen Tapi kemungkinan di sini kita berkenan bahas netizen yang hobi komentar dan nyinyir, terlebih terhadap orang yang enggak dikenal – iya, orang-orang yang somehow punya sementara dan tenaga untuk komentar di akun-akun Instagram artis atau ceramah berkenaan ‘menutup aurat’ dengan dalih ‘saling mengingatkan’ padahal mah emang pengin nampak mulia aja. Pejabat negara jalankan pernyataannya di tempat massa cetak maupun online sampai di account tempat sosial layaknya Twiiter, Facebook, Instagram, dll yang sarat dengan nyinyir. Nyinyir awalnya dimulai dari bercanda sesudah itu rutinitas lebih-lebih sampai tendensius politis yang sarat bersama politik devide et impera. Media sosial mengimbuhkan kami anonimitas dan kamuflase didalam wujud group agar kami sanggup bebas berbuat apapun. Hal ini yang pada akhirnya menambahkan semacam ‘kekuatan’ dan ‘kebebasan berasal dari tanggung jawab’. Jika su...

Woow! Ternyata Mereka ini biangnya Kebiasaan Nyinyir di Indonesia

Hal apa yang sesungguhnya bisa kami komentari perihal netizen, padahal kita seluruh bagian dari netizen Tapi kemungkinan di sini kami senang bahas netizen yang hobi komentar dan nyinyir, terlebih terhadap orang yang enggak dikenal – iya, orang-orang yang somehow mempunyai pas dan tenaga untuk komentar di akun-akun Instagram artis atau ceramah mengenai ‘menutup aurat’ dengan dalih ‘saling mengingatkan’ padahal mah emang pengin muncul mulia aja. Seperti komentar seorang mantan jurnalis Delia, Saya pernah jadi korban jahat komentar netizen sementara jadi jurnalis Rappler. Kenapa ya, tiap tiap kali aku meliput atau ngomongin isu sosial tentu tersedia saja yang komentar, entah berkenaan subjek beritanya atau yang paling kritis ya jika lagi nulis opini — aku yang kena. Sakit hati? Iya. Tapi sebetulnya aku lebih marah dikarenakan kok ya masyarakat bodoh-bodoh benar-benar dan bebel jika dikasih tahu. Saya enggak mau munafik, komentar-komentar netizen sesungguhnya kadangkala jadi hiburan tersen...

Woow! Fakta Dua orang ini gurunya Kebiasaan Nyinyir Kaum Sosmed

Budaya nyinyir jadi menjamur dibangsa kita. Hal ini jadi keprihatinan dikalangan penduduk dari tingkat anak-anak di sekolah dan rekan bermainnya, sesama teman di kantor atau kampus, teman kerja, lingkungan sekitar, dirumah bahkan di kalangan pemerintah. Seperti komentar seorang mantan jurnalis Delia, Saya dulu jadi korban jahat komentar netizen waktu menjadi jurnalis Rappler. Kenapa ya, tiap-tiap kali saya meliput atau ngomongin isu sosial tentu tersedia saja yang komentar, entah tentang subjek beritanya atau yang paling kronis ya terkecuali ulang nulis opini — aku yang kena. Sakit hati? Iya. Tapi sesungguhnya aku lebih marah sebab kok ya masyarakat bodoh-bodoh terlampau dan bebel jikalau dikasih tahu. Saya enggak mau munafik, komentar-komentar netizen sebenarnya sering kadang menjadi hiburan tersendiri. Ngaku deh, kamu terhitung sering buka post Instagram selebgram cuma dikarenakan ingin baca hujatan kan? Ironis bangsa ini yang menganut demokrasi tetapi keliru kaprah bahkan pasca re...