Gaya nyinyir mulai menjamur dibangsa kita. Hal ini menjadi keprihatinan dikalangan penduduk dari tingkat anak-anak di sekolah dan rekan bermainnya, sesama rekan di kantor atau kampus, kawan kerja, lingkungan sekitar, dirumah apalagi di kalangan pemerintah. Seperti komentar seorang mantan jurnalis Delia, Saya pernah jadi korban jahat komentar netizen selagi jadi jurnalis Rappler. Kenapa ya, tiap tiap kali saya meliput atau ngomongin isu sosial pasti tersedia saja yang komentar, entah tentang subjek beritanya atau yang paling kritis ya kecuali lagi nulis opini — aku yang kena. Sakit hati? Iya. Tapi sebetulnya saya lebih marah sebab kok ya masyarakat bodoh-bodoh amat dan bebel terkecuali dikasih tahu. Saya enggak rela munafik, komentar-komentar netizen memang kadang kala jadi hiburan tersendiri. Ngaku deh, anda terhitung kerap buka post Instagram selebgram cuma sebab ingin baca hujatan kan? Media sosial memberi tambahan kita anonimitas dan kamuflase didalam wujud kelompok agar kita sangg...