Hal apa yang sesungguhnya bisa kita komentari perihal netizen, padahal kita seluruh bagian dari netizen Tapi kemungkinan di sini kita rela bahas netizen yang hobi komentar dan nyinyir, terutama terhadap orang yang enggak dikenal – iya, orang-orang yang somehow punyai sementara dan tenaga untuk komentar di akun-akun Instagram artis atau ceramah tentang ‘menutup aurat’ bersama dalih ‘saling mengingatkan’ padahal mah emang pengin keluar mulia aja. Seperti komentar seorang mantan jurnalis Delia, Saya dulu jadi korban jahat komentar netizen selagi jadi jurnalis Rappler. Kenapa ya, setiap kali saya meliput atau ngomongin isu sosial tentu tersedia saja yang komentar, entah tentang subjek beritanya atau yang paling kritis ya terkecuali ulang nulis opini — saya yang kena. Sakit hati? Iya. Tapi sesungguhnya aku lebih marah sebab kok ya penduduk bodoh-bodoh benar-benar dan bebel kecuali dikasih tahu. Saya enggak sudi munafik, komentar-komentar netizen memang kadang waktu menjadi hiburan tersendir...