Langsung ke konten utama

Postingan

Dampak tradisi Nyinyir Para Netizen

Hal apa yang sesungguhnya bisa kita komentari perihal netizen, padahal kita seluruh bagian dari netizen Tapi kemungkinan di sini kita rela bahas netizen yang hobi komentar dan nyinyir, terutama terhadap orang yang enggak dikenal – iya, orang-orang yang somehow punyai sementara dan tenaga untuk komentar di akun-akun Instagram artis atau ceramah tentang ‘menutup aurat’ bersama dalih ‘saling mengingatkan’ padahal mah emang pengin keluar mulia aja. Seperti komentar seorang mantan jurnalis Delia, Saya dulu jadi korban jahat komentar netizen selagi jadi jurnalis Rappler. Kenapa ya, setiap kali saya meliput atau ngomongin isu sosial tentu tersedia saja yang komentar, entah tentang subjek beritanya atau yang paling kritis ya terkecuali ulang nulis opini — saya yang kena. Sakit hati? Iya. Tapi sesungguhnya aku lebih marah sebab kok ya penduduk bodoh-bodoh benar-benar dan bebel kecuali dikasih tahu. Saya enggak sudi munafik, komentar-komentar netizen memang kadang waktu menjadi hiburan tersendir...
Postingan terbaru

Woow! Fakta Dua orang ini biangnya Kebiasaan Nyinyir di Indonesia

Hal apa yang sebetulnya dapat kami komentari mengenai netizen, padahal kami seluruh bagian dari netizen Tapi barangkali di sini kita rela bahas netizen yang hobi komentar dan nyinyir, terlebih terhadap orang yang enggak dikenal – iya, orang-orang yang somehow punya sementara dan tenaga untuk komentar di akun-akun Instagram artis atau ceramah tentang ‘menutup aurat’ bersama dengan dalih ‘saling mengingatkan’ padahal mah emang pengin muncul mulia aja. Seperti komentar seorang mantan jurnalis Delia, Saya dulu menjadi korban jahat komentar netizen saat menjadi jurnalis Rappler. Kenapa ya, setiap kali aku meliput atau ngomongin isu sosial tentu ada saja yang komentar, entah tentang subjek beritanya atau yang paling kritis ya kecuali lagi nulis opini — aku yang kena. Sakit hati? Iya. Tapi sebenarnya aku lebih marah gara-gara kok ya penduduk bodoh-bodoh sangat dan bebel kecuali dikasih tahu. Saya enggak senang munafik, komentar-komentar netizen sesungguhnya kadang waktu jadi hiburan tersendir...

Heboh! Fakta Mereka ini gurunya budaya Nyinyir Kaum Sosmed

Hal apa yang memang dapat kita komentari berkenaan netizen, padahal kita seluruh anggota dari netizen Tapi barangkali di sini kami mau bahas netizen yang hobi komentar dan nyinyir, terutama terhadap orang yang enggak dikenal – iya, orang-orang yang somehow memiliki sementara dan tenaga untuk komentar di akun-akun Instagram artis atau ceramah mengenai ‘menutup aurat’ bersama dengan dalih ‘saling mengingatkan’ padahal mah emang pengin nampak mulia aja. Seperti komentar seorang mantan jurnalis Delia, Saya dulu jadi korban jahat komentar netizen kala jadi jurnalis Rappler. Kenapa ya, tiap-tiap kali saya meliput atau ngomongin isu sosial pasti ada saja yang komentar, entah berkenaan subjek beritanya atau yang paling parah ya terkecuali lagi nulis opini — saya yang kena. Sakit hati? Iya. Tapi sebetulnya aku lebih marah karena kok ya masyarakat bodoh-bodoh benar-benar dan bebel jikalau dikasih tahu. Saya enggak senang munafik, komentar-komentar netizen sesungguhnya terkadang menjadi hiburan t...

Jeleknya normalitas Nyinyir Para Netizen

Gaya nyinyir jadi menjamur dibangsa kita. Hal ini jadi keprihatinan dikalangan penduduk dari tingkat anak-anak di sekolah dan teman bermainnya, sesama rekan di kantor atau kampus, kawan kerja, lingkungan sekitar, dirumah lebih-lebih di kalangan pemerintah. Seperti komentar seorang mantan jurnalis Delia, Saya dulu menjadi korban jahat komentar netizen sementara jadi jurnalis Rappler. Kenapa ya, tiap tiap kali saya meliput atau ngomongin isu sosial tentu ada saja yang komentar, entah tentang subjek beritanya atau yang paling kronis ya terkecuali ulang nulis opini — saya yang kena. Sakit hati? Iya. Tapi sebetulnya aku lebih marah karena kok ya masyarakat bodoh-bodoh amat dan bebel kecuali dikasih tahu. Saya enggak berkenan munafik, komentar-komentar netizen sesungguhnya kadang kala menjadi hiburan tersendiri. Ngaku deh, anda juga kerap buka post Instagram selebgram hanya dikarenakan ingin baca hujatan kan? Ironis bangsa ini yang menganut demokrasi tetapi tidak benar kaprah lebih-lebih pa...

Woow! Ternyata Dua orang ini gurunya Kebiasaan Nyinyir Kaum Sosmed

Perilaku nyinyir merasa menjamur dibangsa kita. Hal ini menjadi keprihatinan dikalangan masyarakat berasal dari tingkat anak-anak di sekolah dan teman bermainnya, sesama kawan di kantor atau kampus, rekan kerja, lingkungan sekitar, dirumah apalagi di kalangan pemerintah. Pejabat negara melaksanakan pernyataannya di media massa cetak maupun online sampai di akun media sosial seperti Twiiter, Facebook, Instagram, dll yang sarat dengan nyinyir. Nyinyir awalannya dimulai berasal dari bercanda lantas kebiasaan lebih-lebih hingga tendensius politis yang sarat bersama dengan politik devide et impera. Media sosial mengimbuhkan kita anonimitas dan kamuflase di dalam bentuk group agar kami bisa bebas berbuat apapun. Hal ini yang selanjutnya menambahkan semacam ‘kekuatan’ dan ‘kebebasan dari tanggung jawab’. Jika telah begini rela nyalahin siapa? Internet? Provider? Pemerintah yang kamu protes dikarenakan membuat gerakan internet sehat? Mereka adalah Fahri Hamzah dan Fadli Zon. Keduanya orang i...

Nynyir Termasuk kebiasaan Menyindir Kaum Netizen

Hal apa yang sebetulnya bisa kami komentari berkenaan netizen, padahal kami seluruh bagian dari netizen Tapi mungkin di sini kami rela bahas netizen yang hobi komentar dan nyinyir, terutama terhadap orang yang enggak dikenal – iya, orang-orang yang somehow punyai waktu dan tenaga untuk komentar di akun-akun Instagram artis atau ceramah mengenai ‘menutup aurat’ dengan dalih ‘saling mengingatkan’ padahal mah emang pengin terlihat mulia aja. Seperti komentar seorang mantan jurnalis Delia, Saya pernah jadi korban jahat komentar netizen sementara menjadi jurnalis Rappler. Kenapa ya, setiap kali saya meliput atau ngomongin isu sosial pasti ada saja yang komentar, entah perihal subjek beritanya atau yang paling kronis ya jikalau kembali nulis opini — aku yang kena. Sakit hati? Iya. Tapi sebetulnya saya lebih marah karena kok ya masyarakat bodoh-bodoh sangat dan bebel kecuali dikasih tahu. Saya enggak berkenan munafik, komentar-komentar netizen sebenarnya terkadang jadi hiburan tersendiri. Nga...

Inilah tradisi nyinyir para netizen

Hal apa yang memang mampu kita komentari perihal netizen, padahal kita seluruh bagian dari netizen Tapi kemungkinan di sini kami mau bahas netizen yang hobi komentar dan nyinyir, terutama pada orang yang enggak dikenal – iya, orang-orang yang somehow punyai pas dan tenaga untuk komentar di akun-akun Instagram artis atau ceramah tentang ‘menutup aurat’ bersama dengan dalih ‘saling mengingatkan’ padahal mah emang pengin terlihat mulia aja. Seperti komentar seorang mantan jurnalis Delia, Saya pernah jadi korban jahat komentar netizen sementara jadi jurnalis Rappler. Kenapa ya, setiap kali saya meliput atau ngomongin isu sosial pasti tersedia saja yang komentar, entah tentang subjek beritanya atau yang paling gawat ya terkecuali ulang nulis opini — saya yang kena. Sakit hati? Iya. Tapi sesungguhnya saya lebih marah dikarenakan kok ya masyarakat bodoh-bodoh terlalu dan bebel kecuali dikasih tahu. Saya enggak mau munafik, komentar-komentar netizen sebetulnya sering kadang menjadi hiburan ter...